• Tentang Kami
  • Kontak
  • Daftar Pustaka
  • Berlangganan Artikel

  • Home
  • Keterampilan
  • Resep masakan dan Kue
  • Kesehatan
  • Cantik
  • Tips Pintar
  • Komputer dan Internet
  • Pengetahuan dan Informasi
Showing posts with label Ilmu pengetahuan dan Informasi. Show all posts
Pengalaman yang sering terjadi pada usaha koordinasi dalam suatu organisasi
adalah terjadinya perbedaan antar sudut pandang dan cara yang berbeda dalam
mancapai tujuan. Perbedaan ini merupakan awal dari terjadinya pertentangan.
Sebagai usaha untuk menciptakan koordinasi yang efektif dapat dilakukan usaha
pendekatan dengan melihat mekanisme dari koordinasi. Stoner dalam bukunya
" Management " hal. 246 - 247 mangemukakan paling tidak terdapat empat
pendekatan yang dapat dilakukan oleh manajer untuk mencapai koordinasi yang
efektif, yaitu Hierarki manajerial, komunikasi antarbagian (interdepartemental
communicalion ) dan hubungan antar individu ( Liaison individuals ).

l. Hirarki Manejerial ( Managerial Hierarchy )
        Cara lama yang sering dilakukan untuk menghentikan konflik adalah dengan menggunakan rantai komando dalam organisasi ( organization’s chain of command ) apabila beberapa orang pekerja mempunyai hubungan pekerjaan yang tidak sependapat ( Disagreement ) mereka menghubungi pimpinannya ( manajer ) untuk mengetahui keputusan tentang kebijakan perusahaan.

 2. Komunikasi Antar Bagian ( Interdepartemental Communication )
Komunikasi antara para manajer terhadap bagian – bagian yang berbeda            ( Lateral ) adalah merupakan bentuk integrasi dalam kehidupan suatu organisasi. Apabila terjadi komunikasi yang efektif dari para manajer secara horizontal ( dalam level yang sama ) hal tersebut merupakan sumbangan utama untuk menciptakan bentuk koordinasi yang efektif. Komunikasi ini biasanya menyangkut hal yang berada diluar formulasi kebijaksanaan. ( lebih bersifat informal). Misalnya manajer bagian penjualan dapat mengkoordinasikan tujuan bagian penjulan dengan departertemen produksi.

3. Kepanitiaan ( committee )
        Koordinasi antar bagian dapat dijadikan sebagai landasan dasar dangan membuat bentuk secara formal misalnya dengan mengadakan pertemuan berkala ( operational meeting ) yang murupakan kepanitiaan ( committee ) dari “panitia opcrasi”. Misalnya suatu point kendala koordinasi dicatat kemudian diinformasikan kembali oleh bagian yang bersangkutan pada meeting berikutnya baik penyebab maupun tindak lanjut penyelesaiannya.

    Bentuk komite ini terdapat dari :
    o Generel Menagenent Committee
        Yaitu komite yung beranggotakan senior manajer, seringkali para manajer ini mempunyai sisi pandang yang berbeda tentang keputusan yang sama. Tugas dari komite ini adalah penetapan tujuan perusahaan dihubungkan dengan berbagai tujuan organisasi secara keseluruhan dan pola pengawasan operasi dari kegiatan bagian yang beraneka ragam.

    o  Komlte yang berhubungan dengan spesial area (Committee daeling with
special area)
        Komite ini menggambarkan mekanisme pekerjaan yang berada pada lower – level executives (  pelaksana tingkat bawah ) dengan ide – ide mereka yang akan dibawa ke tingkat operasional meeting manajemen yang lebih tinggi, termasuk ke manajemen puncak.

    o Penghubung individual( Laison Individual )
                    Tugas utama dari Laison ini adalah membantu para manajer untuk maningkatkan koordinasi secara lebih efektif. Mereka menyediakan alat komunikasi antara bagian ( departemen ) dan menjelaskan aturan yang spesifik dan berperan pada setiap pertemuan (meeting ) operasi perusahaan. Laison ini biasanya terdiri dari manajer produksi, koordinator pelanggan ( costomers coordinator ) yaitu merupakan wakil perusahaan dalam pelayanan pelanggan, serta para manajer proyek.
l.  The Relevan Set ( Kelompok yang saling berkaitan )
        Kelompok-kelompok yang saling berkaitan ini sering disebut dengan “the organizational set” yang terdiri dari semua komponen yang terdapat dalam suatu organisasi yaitu manajer, para karyawan, group termasuk individu yang terikat didalammnya berikut prilakunya. Organizational set saling berinteraksi dalam kegiatan mencapai tujuan perusahaan.
 
2. Some Uniquenesses( Keunikrn mesing - mesing kelompok)
        Banyak orang berpendapat bahwa tujuan suatu kelompok atau bagian dalam suatu organisasi dapat berhasil karena adanya manajemen yang efektif, dalam arti bagaimana mengarahkan prilaku kelompok yang ada didalamnya untuk mencapai tujuan yang sama. Akan tetapi usaha koordinasi dalam kelompok yang berbeda – beda sangat sulit untuk dilaksanakan. Masing – masing kelompok dalam organisasi mempunyai interes individu, misalnya kelorrpok yang berbeda pada grup satu dan dua saling berhubungan akan tetapi berada dalam bagian yang berbeda. Masing-masing group / kelompok mempunyai budaya yang unik dalam rnencapai tujuan perusahaan.

Jadi, tujuan dari para manajer tidak hanya mengarahkan anggota organisasi tapi mengarahkan prilaku anggota / kelompok untuk bersama-sama dalam mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

Hambatan-Hembatan Usaha Koordinasi yang Efektif
Paul R. Lawrence dan Jay W.W. Lorch yang dikutip James A.F. Stoner dalam bukunya " Management " mengemukakan bahwa terdapat empat tipe perbedaan dalam sikap dan prilaku bekerja dari individu dan departemen dalam suatu organisasi yang akan menghambat tugas pengkoordinasian yang efektif yaitu :
1. Perbedean dalam orientasi tujuan ( Differences in orientation toward
    particular goals )
        Anggota-anggota dari departemen yang berbeda mengembangkan pandangan mereka sendiri tentang bagaimana caranya untuk mancapai kepentingan organisasi dengan cara yang lebih baik. Misalnya, bagian penjualan menganggap keanekaragaman produk lebih penting dari peningkatan kualitas, bagian keuangan menganggap bahwa pengendalian biaya merupakan hal yang lebih penting serta berbagai anggapan lain yang memicu suatu konflik

2. Perbedaan dalam orientesi waktu ( Differences in time orientation )
        Pandangan orientasi waktu ini juga akan mempersulit usaha koordinasi, misalnya bagian pemasaran menghendaki agar segera dilakukan produksi, bagian produksi masih memerlukan waktu untuk set-up mesin dan bagian penjualan masih meminta waktu yang relative lama untuk finalisasi pengembangan produk

 3. Perbedaan orientasi antar pribadi / kelompok ( Differences in
    interpersonal orientation )
        Kegiatan produksi memerlukan komunikasi dan pambuatan keputusan yang " segera " agar prosesnya lancar. Sedangkan kelompok pada bagian litbang ( R & D ) mengatakan " biarkanlah kami yang melakukan itu " dan bertindak lebih santai dan personal yang terlibat didalamnya masih berdiskusi dan saling mengemukakan pendapatnya.

4. Perbedaan dalam formalitas bagian organisasi (Differences in formality of structure)
        Setiap bagian-bagian dalam organisasi mungkin mempunyai metode – metode dan standar yang berbeda untuk mengevaluasi program tujuan dan imbalan jasa bagi karyawannya. Pada departermen produksi kuantitas dan lualitas diawasi secara ketat dan bidang pekerjaannya lebih berat. Sedangkan pada departemen personalia standar pelaksanaannya lebih longgar dan sifat pekerjaannya lebih ringan.

Hambatan - hambatan merupakan suatu symptom ( gejala ) yang berpotensi menimbulkan inkoordinasi ( ketidakpaduan ) dan dapat menimbulkan konflik
Catatan Rio

Suatu organisasi bisnis diharapkan akan berjalan secara efektif organisasi yang tidak mampu untuk berkembang identik dengan ketidakmampuan manajer dalam membimbing laju organisasi dan kondisi seperti itu organisasi disebut berada dalam keadaan " Under Manage ". Tidak ada satu tujuan pun yeng dapat diharapkan tercapai dari organisasi seperti itu. Semua bagian yang merupakan tubuh organisasi tidak dapat berfungsi sebagai mana mestinya malah ada kecendrungan menghambat organisasi dalam mencapai target tujuan yang telah ditetapkan. Salah satu usaha manajemen adalah berusaha mengintegrasikan semua potensi dalam

organisasi agar dapat terintegrasi pada satu tujuan yang telah disepakati. Kegiatan-kegiatan dalam satuan yang terpisah baik secara individu, kelompok maupun bidang – bidang kerja harus dikoordinasi untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.

Pengertian Koordinasi

Menurut Duncan dalam bukunya "organizational behavior" .Koordinasi adalah pengarahan yang efektif terhadap tindakan – tindakan individu muapun kelompok untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan (coordituting is the direction of individual and group actions toward some desirable goal ).

Menunt James A.F. Stoner dalam bukunya “ Management “ Koordinasi adalah proses pengintegrasian tujuan-tujuan dan kegiatan-kegiatan pada satuan yang terpisah ( Department  /  bidang fungsional ) dan memimpin hubungan antar organisasi untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien.

Jadi, kegiatan seorang manajer dalam usaha koordinasi menyangkut dua sisi yaitu : memimpin hubungan baik antar kelompok dalam organisasi ( Managing intergroup  relations ) dan memimpin hubungan antar bagian yang sejajar dalam suatu organisasi ( Managing lateral relations in organizations )
Konsep Kekuasaan Dalam Organisasi

Adalah sangat sulit untuk menentukan konsep tentang kekuasaan atau “kuasa” dalam organisasi.
“David C. Mc. Cleland” dalam bukunya Two Faces of Power menyangkut hal ini dengan menyebutkannya terdapat dua muka dari kekuasaan yaitu : A Negative Face ( sisi negatif ) dan A Positif Face ( sisi positif )

Sisi Negatif  : mengandung pengertian bahwa dalam mempunyai kekuasaan terdapat orang lain dengan prinsip If Win You Lose dengan angapan bahwa orang lain berada pada posisi yang lebih lemah.

Sisi Positif  : merupakan tanda yang memberikan perhatian kepada pencapaian tujuan kelompok dan membantu menemukan dan merumuskan sebagai tujuan. Pengaruh dimaksudkan On Behalf of Reather Than Over Other yaitu penggunaan pengaruh “atas nama” dan bukan pengaruh “atas nama” dan bukan “diatas” orang lain 
Norman H. Martin dan Johr H. Sims dalam bukunya "Power Tactics” menekankan kepada subjek bagaimana suatu kekuasaan itu dapat dipergunakan secara nyata oleh manajer.
Seorang manajer akan sukses menggunakan kekuasaannya bila menggunakan taktik kekuasaan sebagai berikut :
      l.  Memberikan nesihat / bermunsyawarah (  Taking Counsel )
Yaitu membrikan advise kepada bawahannya bila membuat keputusan yang kurang baik dan bukan menyalahkan.
      2. Bersekutu ( Alliances )
          Manajer dao bawahannya harus berada pada front yang sama dan bukan berbeda.
      3. Mampu Menggerakan ( Maneuverability )
Seorang manajer harus siap untuk menyesuaikan secara lembut ( smoothly ) terhadap perubahan-perubahan utama dalam kebijaksanaan maupun perencanaan - perencanaan organisasi.
       4. Mampu Berkomunikasi ( Communication )
Memberikan informasi dan berkomunikasi yang terlalu banyak kepada bawahan bukanlah suatu kebiasaan yang baik Informasi yang disampaikan adalah informasi yang seharusnya disampaikan.
      5. Kompromi ( Compomising )
          Manajer harus dapat kompromi sedemikian rupa, misalnya dalam panekanan.
      6. Solusi Negatif ( Negative Solution )
Seringkali seorang manajer mengajukan usulan ( proposal ) yang kurang disetujui oleh bawahanya. Akan tetapi tidak perlu untuk menunjukan “ketidaksenangan”, kadangkala hal tersebut dikarenakan waktu yang tidak tepat ( negative time ).
Catatan Rio

    Faktor – faktor yang mempengaruhi seseorang menerima wewenang antara lain ialah sebagai berikut :
a.   Adanya keyakinan bahwa jika yang menerima perintah tadi maka kerja sama da-
lam organisasi akan menjadi lebih baik dan tujuan organisasi dapat lebih mudah dicapai. Dengan demikian tujuan pribadi turut pula tercapai
b.  Adanya reward ( balas jasa ) yang diharapkan baik bersifat materil maupun im-
        materil.
c.   Karena takut untuk diasingkan dari pergaulan masyarakat (dapat dianggap Social
        Motivation Power)
d.  Mengelakkan tanggung jawab yang lebih besar
e.   Adanya standar moral yaitu menerima perintah tersebut sebagai suatu kewajiban
f.   Disebabkan adanya rasa kagum dan hormat terhadap kepribadian seserorng.

Catatan Rio

    a. Aspek Person / Subjektif
yaitu tersedianya seseorang untuk menerima perintah yang ditujukan. Kesediaan seseorang menerima perintah atasan harus mematuhi syarat sebagai berikut :
        −  Ia dipercayai bahwa perintah tidak bertentangan dengan tujuan organisasi
            maupun pribadi.
        −  Secara fisik dan mental dia sanggup menjalankan perintah tersebut
        −  Adanya zone of indeferent dimana order yang diberikan tanpa ragu – ragu /
            membingungkan

    b. Aspek Objektif
Dimana cara ini tidak menyangkut aspek pribadi yaitu sifat atau karakter dari pada suatu perintah yang diberikan sedemikian rupa sehingga mungkin dapat dijalankan orang lain maka pemberian perintah tersebut harus diberikan syarat – syarat tertentu agar sifat dan perintah yang diberikan itu memungkinkan dapat diterima / dijalankan.

Catatan Rio

Wewenang
Wewenang – Pengambilan Keputusan
    Yakni menurunkan wewenang berdasarkan rantai komando

Pendelegasian Wewenang dan Komunikasi
1. Pendapat – pendapat ahli :
    H. Koontz
        Wewenang / Authority Kekuatan / Kewajiban adalah  kekuatan untuk memerintah orang lain agar orang tersebut bersedia melaksanakan atau tidak melaksanakan suatu kegiatan tertentu sesuai kehendak yang mempunyai kekuatan sehingga tujuan organisasi itu bisa tercapai.

    A. Simon
        Menekankan pada masalah pengambilan keputusan dimana wewenang adalah kekuasaan untuk membuat keputusan yang dapat mengendalikan tindakan – tindakan orang lain. Sedangkan authority dari wewenang akan memberikan suatu kekuasaan memerintah bagi pimpinan terhadap bawahan tetapi ada kemungkinan terhadap semua perintah yang dikeluarkan belum tentu dipatuhi.

2. Peranan Authority :
a. Memberikan sesuatu kekuasaan memerintah bagi pimpinan terhadap bawahan
tetapi ada kemungkinan terhadap semua perintah yang dikeluarkan belum tentu dipatuhi.
    b. Melaksanakan atau tidak melaksanakan suatu kegiatan tertentu sesuai kehendak
        yang mempunyai kekuatan sehingga tujuan organisasi itu bisa tercapai.
Catatan Rio

   ●●Model Kepemimpinan Kontingensi. Model kepemimpinan kontingensi dikembangkan oleh Fielder. Fielder dalam Gibson, lvancevich dan Donnelly (1995) berpendapat bahwa gaya kepemimpinan yang paling sesuai bagi sebuah organisasi bergantung pada situasi di mana pemimpin bekerja.
    ●●Menurut model kepemimpinan ini, terdapat tiga variable utama yang cenderung menentukan apakah situasi menguntungkan bagi pemimpin atau tidak. Ketiga variable utama tersebut adalah :
1.  Hubungan pribadi pemimpin dengan para anggota kelompok (hubungan
     pemimpin - anggota);
    2. Kadar struktur tugas yang ditugaskan kepada kelompok untuk dilaksanakan
    (struktur tugas);
3.  Kekuasaan dan kewenangan posisi yang dimiliki (kuasa posisi).
Catatan Rio Rizky

      ●●Gaya kepemimpinan, pada dasamya mengandung pengertian sebagai suatu perwujudan tingkah laku dari seorang pemimpin, yang menyangkut kemampuannya dalam memimpin. Perwujudan tersebut biasanya membentuk suatu pola atau bentuk tertentu.
      ●●Davis dan Newstrom (1995) menyatakan bahwa pola tindakan pemimpin secara keseluruhan seperti yang dipersepsikan atau diacu oleh bawahan tersebut dikenal sebagai gaya kepemimpinan.
Tiga Aliran Teori tentang Gaya Kepemimpinan
1. Teori Genetis (Keturunan)
2).Teori Sosial
3).Teod Ekologis

Teori Kepemimpinan
 1.  Genetis (Keturunan)
      Inti dari teori menyatakan bahwa "Leader are born and nor made" (pemimpin itu dilahirkan (bakat) bukannya dibuat).
    Seorang pemimpin akan menjadi pemimpin karena ia telah dilahirkan dengan bakat kepemimpinan. Dalam keadaan yang bagaimanapun seseorang ditempatkan karena ia telah ditakdirkan menjadi pemimpin, sesekali kelak ia akan timbul sebagai pemimpin.
 2. Teori Kepemimpinan Sosiologis
    Inti aliran teori sosial ini ialah bahwa "Leader are made and not born" (pemimpin itu dibuat atau dididik bukannya kodrati).
●● Jadi teori ini merupakan kebalikan inti teori genetika.
●● Para penganut teori ini mengetengahkan pendapat yang mengatakan bahwa setiap orang bisa menjadi pemimpin apabila diberikan pendidikan dan pengalaman yang cukup.
 3. Teori Kepemimpinan Ekologis
    Teori ekologis ini pada intinya berarti bahwa seseorang hanya akan berhasil menjadi pemimpin yang baik apabila ia telah memiliki bakat kepemimpinan.
●● Bakat tersebut kemudian dikembangkan melalui pendidikan yang teratur dan pengalaman yang memungkinkan untuk dikembangkan lebih lanjut.
●● Teori ini menggabungkan segi-segi positif dari kedua teori terdahulu sehingga dapat dikatakan merupakan teori yang paling mendekati kebenaran.
Catatan Rio Rizky

Tipe Dan Gaya Kepemimpinan:
1. Otoriter / Authoritarian
2. Militeristik
3. Paternalistis
4. Kharismatis
5. Demokratis

1. Gaya Kepemimpinan Otoriter / Authoritarian
     ●●Adapun ciri – ciri dari kepemimpinan Otoriter atau diktator sebagai berikut :
1.      Mendasarkan diri pada kekuasaan dan kepaksaan mutlak yang harus dipatuhi
2.      Pemimpin selalu berperan pemain tunggal
3.      Berambisi untuk merajai situasi
4.      Setiap perintah / kebijakan selalu ditetapkan sendiri
5.      Bahan tidak pernah diberi informasi tentang rencana dan tindakan yang akan dilakukan
6.      Semua pujian terhadap anak buah diberikan atas pertimbangan pribadi
7.      Adanya sikap diktator
8.      Selalu ingin berkuasa secara absolute atau mutlak
9.      Sikap dan prinsipnya sangat konservatif, kuno dan kaku
10.  Pemimpin ini akan bersikap baik pada bawahannya jika mereka patuh.

      ●●Adalah gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh. Segala pembagian tugas dan tanggung jawab dipegang oleh si pemimpin yang otoriter tersebut, sedangkan para bawahan hanya melaksanakan tugas yang telah diberikan.

 2. Gaya Kepemimpinan Militeristik
     ●●Seorang pemimpin yang bertipe militeristis ialah seorang pemimpin yang memiliki sifat-sifat berikut:
− Dalam menggerakan bawahan sistem perintah yang lebih sering dipergunakan;
− Dalam menggerakkan bawahan senang bergantung kepada pangkat dan jabatannya;
− Senang pada formalitas yang berlebih-lebihan;
− Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku dari bawahan;
− Sukar menerima kritikan dari bawahannya;
− Menggemari upacara - upacara untuk berbagai keadaan.

 3. Gaya Kepemimpinan Patemalistik
     ●●Seorang pemimpin yang tergolong sebagai pemimpin yang paternalistis ialah seorang yang memiliki ciri sebagai berikut:
− Menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa;
− Bersikap terlalu melindungi (overly protective);
− Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan;
− Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil inisiatif;
− Jarang memberikan kesempatian kepada bawahannya untuk mengembangkan daya
   kreasi dan fantasinya; dan sering bersikap maha tahu.
 
4. Gaya Kepemimpinan Kharismatik
     ●●Dimana tipe kepemimpinan ini memiliki kekuatan energi, daya tarik dan pembawaan yang luar biasa untuk mempengaruhi orang lain sehingga ia mempunyai pengikut yang sangat besar jumlahnya dan pengawal yang bisa dipercaya. Kepemimpina karismatik dianggap memiliki kekuatan gaib ( supranatural ) sebagai karunia Yang Maha Esa. Kepemimpinan yang karismatik memiliki inspirasi, keberanian, dan keyakinan teguh pada pendirian sendiri. Totalitas kepemimpinan karismatik  memancarkan pengaruh daya tarik yang sangat besar.
    ●●Hingga sekarang ini para ahli belum berhasil menemukan sebab - sebab mengapa seseorang pemimpin memiliki karisma. Umumnya diketahui bahwa pemimpin yang demikian mempunyai daya tarik yang amat besar dan karenanya pada umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya yang sangat besar, meskipun para pengikut itu sering pula tidak dapat menjelaskan mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin itu.
     ●●Karena kurangnya pengetahuan tentang sebab musabab seseorang menjadi pemimpin yang karismatik, maka sering hanya dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi dengan kekuatan gaib (supra natural power). Kekayaan, umur, kesehatan, profil tidak dapat dipergunakan sebagai kriteria untuk karisma.

 5. Gaya Kepemimpinan Demokratis
     ●●Gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan. Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim yang utuh. Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin memberikan banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya.
     ●●Senang menerima saran, pendapat dan bahkan kritik dari bawahannya; selalu berusaha mengutamakan kerjasama dan teamwork dalam usaha mencapai tujuan; ikhlas memberikan kebebasan yang seluas - luasnya kepada bawahannya untuk berbuat kesalahan yang kemudian diperbaiki agar bawahan itu tidak lagi berbuat kesalahan yang sama, tetapi lebih berani untuk berbuat kesalahan yang lain; selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses daripadanya; dan berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.

Catatan Rio Rizky

Sifat-sifat kepemimpinan ( leader ), yang harus ditunjukan oleh seorang pemimpin ( manajer ) yaitu mempunyai kelebihan, kemampuan dan tanggung jawab.
1.      Kelebihan Kemampuan dan Kesanggupan ( Supervisory )
Bahwa, Leadership harusla identik dengan dipunyainya kesanggupan ( ability ) untuk menjelaskan sesuatu melebihi orang lain, dengan mana leader ( pemimpin )dapat mempengaruhi segala kegiatan yang dilakukan dalam organisasi. Kesanggupan adalah salah satu syarat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang leader
2.      Ketegasan ( Decisieniss )
Mampu memecahkan permasalahan dengan cakap dan tepat
3.      Kepercayaan Diri
Yaitu kepercayaan diri yang didukung oleh kecerdasan, ilmu pengetahuan dan pengalaman
4.      Adanya Inisiatif
Dalam berfikir jauh kedepan, selalu menginginkan kamajuan / cara – cara baru ( inovasi )

● Menurut Keith Davis, mengisyaratkan tardapatkan 4 sifat – sifat utama yang harus dipunyai oleh seorang pemimpin ( leadership ), yaitu :
      1.   Adanya kecerdasan
      2.   Kedewasaan khusus dalam wawasan hubungan sosial
      3.   Motivasi diri ( adanya dorongan untuk berprestasi )
      4.   Sikap – sikap positef dalam hubungan atau human relationship

● Beberapa Pendekatan ( Approach ) Kepemimpinan :

      1.   The Traitist Aproach
Yaitu dengan mempelajari sifat – sifat dari seorang pemimpin yang ada ( mengidolakan ). Contoh : Nehru, Soekarno, Napoleon.

      2.   The Situationist Aproach
Yaitu menekankan tentang pentingnya analisa dari seorang leader adalah hubungannya dengan keadaan atau situasitertentu yang sedang dihadapi “keadaanlah” yang akan menimbulkan seorang pemimpin.

      3.   The Follower Aproach
Yaitu dengan mempelajari kemampuan seseoranguntuk mempertahankan pengikut – pengikutnya ( the follower ) sehingga orang tersebut dapat bertahan sebagai pemimpin.

      4.   The Electric Aproach
Yaitu pendekatan yang membahas pengertian leadership dalam arti keseluruhan ( mempelajari pendekatan yang ada)

Catatan Rio Rizky

Definisi Kepemimpinan
Gany Yukl menyimpulkan definisi yang mewakili tentang kepemimpinan antara lain sebagai berikut :
      ●●Kepemimpinan adalah perilaku seorang individu yang memimpin aktifitas - akifitas suatu kelompok kesuatu tujuan yang ingin dicapai bersama ( share goal ) (Hemhill& Coons, 1957:7)
      ●●Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi yang dijalankan dalam suatu situasi tertentu, serta diarahkan melalui proses komunikasi, kearah pencapaian satu atau beberapa tujuan tertentu (Tannenbaum, Weschler & Massarik, 1961:24)
  
Unsur – Unsur Kepemimpinan

Unsur – unsur kepemimpinan yaitu kepemimpinan menyangkut orang lain dimana wewenang ( power ) dan kepemimpinan menyangkut perintah.
1.      Kepemimpinan Masyarakat Orang Lain
Yaitu orang lain atau bawahan atau pengikut yang secara sukarela menerima pengarahan dari kepemimpinannya ( leader ) yang sekaligus sebagai manajer ( pimpinan ). Tanpa adanya orang lain ( bawahan ) maka tidak ada kepemimpinan.
2.      Kepemimpinan Menyangkut Wewenang ( power )
Pemimpin mempunyai wewenang untuk mengarahkan anggota kelompok yang dipimpinnya dengan saran.
3.      Kepemimpinan Menyangkut Perintah
Perintah harus dilaksanakan, akan tetapi pemimpin dapat melaksanakan fungsi kepemimpinannya dengan cara mempengaruhi bawahan agar dapat melaksanakan perintah.
Jenis-Jenis Manajer
Catatan Rio Rizky

Jenis-jenis Manajer, berdasarkan :
1. Perlcedaan vertikal atau hirarki
      a. Top Manager
Seorang manajer yang berada pada puncak hirarki dan bertanggung jawab atas keseluruhan organisasi. Contoh : Dirut, Presiden DireKur, CEO.

      b. Middle Manager
Manajer yang bekerja pada tingkat menengah organisasi dan bertanggung jawab atas unit usaha dan departemen utama,.
      Contoh : Direktur Produksi, Pemasaaran, Kepala Divisi.
      Project Manager
Manajer yang bertanggung jawab untuk pekerjaan sementan yang melibatkan partisipasi orang yang datang dari berbagai fungsi yang dan tingkatan organisasi
c. First Line Manager atau Lower Manager
Seorang manajer yang secara langsung bertanggung jawab atas produksi barang
      dan jasa. Contoh : Supervisor

2. Perbedaan Horizontal (luas ruang lingkup tugas)
      a. General Manager
Manajer yang bertanggung jawab terhadap beberapa departemen yang menjalankan fungsi yang berbeda atau manajer yang bertanggung jawab untuk divisi yang berdiri sendiri (mandiri).
      b. Functional Manager
Manajer yang bertanggung jawab atas departemen yang menjalankan tugas fungsional tunggal serta memiliki karyawan dengan pelatihan dan keahlian yang serupa. Contoh : Direktur Produksi, Pemasaaran, Kepala Divisi.

TINGKATAN MANAJEMEN
   
→ TOP MANAJER
     - Menyusun strategi
     - Membuat kebijakan
     - Menganalisa kejadian / peristiwa

→MIDLLE MANAJER
     - Berinteraksi / bekerja sama
     - Menjadi penghubung a.n Top
 dan Lower

→LOWER MANAJER
    - Pekerja secera fisik / dilapangan
    - Menggunakan peralatan / mesin

Keahlian atau Keterampilan Manajer
Adapun keahlian atau keterampilan yang terdapat pada manajer sesuai dengan tingkatan – tingkatan yang telah dijelaskan diatas. Antara lain sebagai berikut:
1. Keterampilan Konseptual (Conceptual Skill )
Keterampilan Konseptual adalah kemampuan berfikir dan konseptualisasi tentang situasi yang abstrak dan rumit atau kemampuan kognitif (pengalaman, intelegen) untuk melihat organisasi secara keseluruhan dan keterkaitan diantara bagian - bagiannya. Berarti kemapuan untuk berfikir strategis (mengambil pandangan yang luas dan bersifat jangka panjang).
2. Keterampilan Manusiawi (Human Skill)
Keterampilan Manusiawi adalah kemampuan bekerja secara baik dengan orang lain secara individual atau dalam kelompok atau bisa juga disebut kemampuan manajer untuk bekerja dengan dan melalui orang lain
3. Keterampilan Teknik (Technical Skill)
Keterampilan Teknik adalah pengetahuan dan kemahiran dibidang spesialisasi tertentu atau bisa juga disebut pemahaman dan kefasihan dalam melakukan tugas tertentu, mencakup penguasaan metode, teknik dan peralatan yang digunakan.


Bagan Pembagian Keahlian atau Keterampilan
Sesuai dengan Tingkatan Manajer

konseptual
manusiawi
teknik
                                                                       
konseptual
manusiawi
teknik
konseptual
manusiawi
teknik
                                                                       

└>Lower manajer                └>Midlle manajer                      └>Top manajer
(keterampilan teknik)         (keterampilan manusia)           (keterampilan konseptual)
PROSES MANAJEMEN
Oleh Rio Rizky

Proses Manajemen yaitu serangkaian keputusan dan kegiatan kerja yang sedang terjadi yang dialami oleh para manajer sewaktu mereka merencanakan, mengorganisasi, memimpin dan mengendalikan.

Proses manajemen mengandung pengertian yang dinamis yaitu adanya kegiatan manajer dalam melaksanakan ( memproses ) fungsi-fungsi manajemen yang telah ditentukan. Kalau membicarakan " proses " maka dapat dikatakan bahwa :
Menajemen adalah meliputi : kegiatan - kegiatan Perencanaan ( Planning ), Pengorganisasian ( Organizing ), Pengarahan (Actuating / Leading ) dan Pengendalian ( Controling ), dari sebuah organisasi perusahaan untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Jadi, seorang manajer mempunyai tugas utama, yaitu melaksanakan fungsi manajemen dalam bentuk kegiatan – kegiatan nyata.
Kalau ditelaah pengertian diatas maka para manajer tersebut adalah orang yang berwenang :
1.      Merencanakan untuk hal yang akan datanga
2.      Mengorganisir organisasi perusahaan termasuk karyawannya.
3.      Mengarahkan semua kegiatan – kegiatan orang – orang yang menjadi anggota organisasi perusahaan.
4.      Mengendalikan semua kegiatan yang menyangkut lingkup operasi perusahaan.

Dalam hal kegiatan – kegiatan perencanaan hingga aktivitas pengendalian terdapat tugas terpenting dari seorang manajer selaku pimpinan perusahaan sebagai “pengembilan keputusan”,sebab tidak ada suatu kegiatan pun yang dapat dilaksanakan tanpa adanya perencanaan dan pengendalian.
Seorang manajer adalah orang berwenang memimpin dan mengatur semua unsur yang terlibat dalam organisasi / perusahaan.

Adapun kegiatan didalam Proses Manajemen meliputi Input, Proses, Output sebagai berikut :
●lnput (sumber daya)
- Man, materials, money, machine, method, information
●Proses
- Perencanaan : menilik tujuan dan cara pencapaian
- Pengorganisasian : pemenuhan tanggung jawab untuk pencapain tujuan
- Kepemimpinan : menggunakan pengaruh untuk memotivasi bawahan
- Pengendalian : mengawasi kegiatan dan melaksanakan koreksi
●Output (kinerja)
- Mencapai tujuan, produk, jasa, efisiensi, efektivitas.

Kinerja
Kemampuan organisasi untuk mempertahankan tujuannya dengan menggunakan sumber daya secara efeKif dan efisien.
EfeKivitas →melakukan pekerjaan dengan benar
Sejauhmana organisasi mencapai tujuan yang telah ditentukan
Efisiensi→melakukan pekerjaan dengan benar atau sesuai standar
Jumlah sumber daya yang digunakan untuk mencapai tujuan
Suatu organisasi baik baik yang berorientasi kepada kepentingan sosial (Social Motives) maupun organisai yang berorientasi kepada laba (Profit Motives) pasti mempunyai tujuan yang akan dicapai, dimana penetapan tujuan tersebut lebih dahulu diformulasikan dalam bentuk perencanaan yang matang.

Keberhasilan dalam mencapai tujuan tersebut identik dengan keberhasilan organisasi dimasa depan. Keberhasilan masa depan dalam era globalisasi,seperti yang terjadi di negara – negara maju terletak pada kemampuan manajemen dalam mengelola organisasi, tingginya produktivitas, kemampuan perusahaan dalam beradaptasi dengan lingkungan serta yang tak kalah pentingnya dalam kemampuan dalam pengelolaan sumber daya manusia dengan cara yang paling tepat.

Organisasi
Kesatuan sosial yang dirahkan dengan tujuan dan dibentuk dengan penuh pertimbangan. Entitas sosial merupakan dua orang atau lebih, diarahkan dengan tujuan (dirancacng untuk mencapai output tertentu).

Pentingnya Organisasi dan Manajemen Organisasi
      └>Distrukturisasi dan diintegrasinya aktivitas maksudnya orang – orang yang bekerja atau bekerja sama dalam hubungan interdependen.
Adapun Pengertian Organisasi yaitu sebagi berikut :
1.      Kelompok manusia yang memiliki suatu tujuandan berorientasi pada sasaran.
2.      Sistem – sistem  psikososial, dimana terlihat manusia bekerja dalam kelompok– kelompok
3.      Sistem – sistem teknologikal, dimana manusia menggunakan pengetehuan – pengetahuan dan teknik.
4.      Suatu integrasi kegiatan – kegiatan yang terstruktur dimana manusia bekerja sama.

FUNGSI MANAJEMEN
 Oleh Rio Rizky

Menurut Stephen P Robbin (1993) fungsi manajemen antara lain meliputi aKifitas merencanakan (planning), mengorganisasikan (organizing), memimpin (leading) dan mengendalikan (controlling) akifitas bisnis dari suatu organisasi / perusahaan.
●Planning                    ●Organizing
●Leading                    ●Controlling

Fungsi Manajemen:
1. Perencanaan
    Menentukan tujuan-tujuan, menentukan tugas, menentukan sumber daya
2. Pengorganisasian
Menentukan dan mengelompokkan tugas-tugas, alokasi sumber daya, penentuan otoritas
3. Kepemimpinan
    Pengaruh →Motivasi
4. Pengendalian
    Mengawasi akiivitas, koreksi, mengawasi target dan tujuan

Fungsi Manajemen menurut Samuel C. Certo (dalam bukunya “modern management”)
Fungsi Manajemen menurut Griffin
Untuk mempermudah analisa, para ahli mengemukakn bahwa manajemen
terdiri dari beberapa fungsi yang fundamental. Fungsi - fungsi manajemen tersebut
antara lain sebagai berikut :

G.R Terry                              Louis A. Allen                        Jhon A. Pearce II
    1. Planning                              1. Leading                             1. Planning
    2. Organizing                          2. Planning                            2. Organizing                       
    3. Actuating                            3. Organizing                        3. Directing
    4.Controling                            4. Controling                         4. Controling


James A.F Stoner                  Jhon F. Mee                           Jhon D Millet
    1. Planning                              1. Planning                            1. Directing
    2. Organizing                          2. Organizing                       
    3. Leading                               3. Motivating                        2. Facilitating
    4.Controling                            4. Controling


Hendry Fayol                         Harold Koontz                       W.H Newman
    1. Planning                              1. Planning                            1. Planning
    2. Organizing                          2. Organizing                        2. Organizing           
    3. Leading                               3. Staffing                             3. Assembling
    4. Coordinating                       4. Directing                               Resouches
    5. Controling                           5. Controling                         4. Directing
                                                                                                  5. Controling
Beberapa pendapat diatas memberikan pandangan kepada kita bahwa, terdapat fungsi yang berbeda dari para ahli. Perbedaan pendapat ini karena :
1.      Adanya pencampuradukan antara fungsi, proses dan kegiatan pekerjaan.
2.      Deskripsi fungsi – fungsi sangat subjektif
3.      Tidak ada kesamaan terminology menyangkut konsep yang sama
4.      Kompleksnya kegiatan perusahaan maupun perkembangan dunia bisnis serta adanya organsasi yang berbeda – beda.
Walaupun adanya perbedaan namun dalam prakteknya pembegian fungsi – fungsi ini tidak dapat dibedakan secara tajam, karena manajemen itu sendiri merupakan cara yang sistematik untuk mengerjakan suatu pekerjaan atau tugas tertentu. Perusahaan yang berhasil baik tidak dapat dipisahkan dengan perusahaan yang mempunyai manajemen yang baik.
Para manajer melaksanakan fungsi – fungsi manajemen dalam tingkatan yang berbeda–  beda. Para manajer adalah mereka yang terpilih untuk mempersatukan uang (money), bahan baku (materials) dan peralatan (machinery) yang diperlukan untuk menyelenggarakan kegiatan operasi perusahaan. Mereka harus secara konseptual mendesain bagaimana :
1.      Merencanakan kegiatan dalam mencapai tujuan yang ditentukan
2.      Membentuk rencana pengorganisasian yang efektif menopang perencanaan yang ada
3.      Membuat rencana bagaimana untuk mengarahkan (memimpin) orang – orang yang terlibat dalam organisasi.
4.      Mendisain pengendaliaan yang efektif sehingga segala bentuk deviasi (penyimpangan) yang mungkin terjadi pada kegiatan operasi organisasi perusahaan dapat dikurangi
Secara mendasar setiap fungsi manajemen harus dilaksanakan / diproses oleh para manajer secara berurutan dan sistematik, sehingga proses manajemen dapat dilaksanakan secara baik.

 Ditulis: Rio Rizky

Untuk mengelola organisasi secara efektif dan efisien sangat berkaitan erat dengan usaha pengkoordinasian berbagai kegiatan yang paling berbeda kemudian diarahkan kepada fokus tujuan yang telah disepakati. Terdapat dua hal yang.harus diperhatikan agar pengelolaan organisasi dapat berhasil. Kedua hal ini merupakan hal yang prinsip dalam mengelola organisasi; Pertama, prinsip pengelolaan ( prinsip manajemen ) yaitu bagaimana memimpin orang-orang, serta Kedua, prinsip mengorganisasi kegiatan yang menyangkut orang-orang yang dipimpin tersebut ( prinsip organisasi ). Kedua prinsip tersebut saling memperkuat dan manpunyai dasar yang sama dalam pengelolaan kerja kelorpok individu yurg terlibat dalam suatu organisasi.

Untuk melaksanakan fungsi-fungsi kepemimpinan dalam membawa organisasi mencapai tujuan diperlukan prinsip - prinsip kepemimpinan. Banyak para ahli terdahulu yang mencoba untuk memformulasikan  bagaimana prinsip - prinsip dasar yang harus dilakukan agar suatu organisasi dapat berjalan sesuai dengan keinginan. Diantara prinsip-prinsip tersebut yang merupakan sumbangan abadi hingga saat ini adalah yang diungkapkan oleh seorang Prancis bernama Hendry Fayol. Hendry Fayol yang berangkat dari praktisi sebagai manajer sebuah perusahaan batu bara besar.

        Menurut  Fayol tidak diperlukan aturan yang kaku dalam kegiatan kerja, karena kelayakan dalam suatu prinsip pada situasi tertentu merupakan  seni (Art) dari manajemen. Prinsip - prinsip yang dikemukakan  Fayol adalah hasil dari penglamannya selama bekerja. Pada tahun 1929, Fayol mengemukakan 14 prinsip manajemen yang
diangkat dari pengalamannya sendiri dimana akan menuntun para manajer dalam mengelola organisasi. Dan 14 prinsip menurut Fayol ialah sebagai berikut :

1.     Pembagian Kerja ( Division of Work )
Setiap pekerjaan sebaiknya dibagi dan dibagi lagi kedalam elemen paling kecil untuk memperoleh keunggulan dari spesialisasi.

2.     Keseimbangan Wewenang  dan Tanggung Jawab (Authortty and Responsibihty )
Setiap pegawai tetap ( reguler employee ) sebaiknya diberi delegasi wewenang yang cukup untuk melaksanakan berbagai tanggung jawab penugasan pekerjaan.
3.     Disiplin Karyawan (Discipline)
Seharusnya mematuhi apapun perjanjian yang ada, yang dinyatakan secara jelas diantara mereka dan organisasi, manajer sebaiknya memberi sanksi yang adil atas seluruh kejadian pelanggaran disiplin.

4.     Kesatuan Perintah (Unity of Command)
Karyawan sebaiknya menerima perintah dari dan bertanggung jawab hanya kepada satu atasan.

5.    Kesatuan Arah (Unity of Direction)
Aktivitas-aktivitas yang memiliki tujuan sama sebaiknya dikelompokkan bersama dan beroperasi dibawah rencana yang sama.

6.    Mengebawahkan Kepentingan Individu Terhadap Kepentingan umum, 
Kepentingan organisasi  Lebih  Diutamakrn Diatas Kepentingan Individu ( Subordination Of Individual Interest To The Common Goal )

7.   Pembayaran Gaji ( Remuneretion )
Pembayaran gaji yang adil, pembayaran seharusnya didasarkan pada pencapaian sasaran penugasan pekerjaan.

8.   Sentralisasi ( Centralization )
Wewenang seharusnya didelegasikan seimbang dengan tanggung jawab.

9.   Rantai Skalar ( The Hierarchy )
Sebuah rantai perintah yang tidak terputus - putus seharusnya ada melalui semua pengarahan dan aliran komrmilasi.

10. Perintah ( 0rder )
Setiap pekerjaan seharusnya didefinisikan dengan jelas sehingga pegawai tetap         (reguler employee) memahami perintah tersebut dan hubungannya dengan pekerjaan lain.

11. Kesamaan Perlakuan ( Equity )
peraturam dan perjanjian yang dibuat harus diselenggarakan secara terbuka.

12. Stabilitas Personalia ( Stability of Staff )
Tingkat perputaran tenaga kerja (labor turnover) tidak menguntungkan organisasi, dan mereka seharusnya mempunyai komitmen yang lama.

13. Inisiatif ( Initiative )
Karyawan sebaiknya didorong untuk berani membuat keputusan didalam batas – batas wewenang yang dideligasikan kepadanya, walaupun beberapa esalahan mungkin akan terjadi.

14. Semangat Korp ( Esprit de corps )
Karyawan sebaiknya didorong untuk mendefinisikan kepentingannya dengan kepentingan organisasi dan dengan demikian mencapai kesatuan kekuatan yang tercermin dari “persatuan adalah kekuatan organisasi”.

 
Ditulis: Rio Rizky
             Manajemen dilihat dari berbagai bidang yaitu sebagai berikut :

1.      Manajemen Sebagai Seni
 Menurut G. R. Terry
Manajemen merupakan “Art of Arts” karena ia mengorganisasikan dan memanfaatkan bakat – bakat manusia.
      Seni Manajemen mencakup upya membayangkan suatu keseluruhan teratur dari bagian – bagian yang kacau dan kemudian visi yang timbul dikomunikasikan dan kemudian tujuan diraih.
      “Management is the art of securing maximum result with minimum of efforts as to secure maximum prosperity and happinnes for both employer and employee and give the public the best possible services”.
      Manajemen adalah seni untuk mencapai hasil maksimal dengan usaha minimal, demikian pula mencapai kesejahteraan dan kebahagian maksimal bagi pimpinan maupun pekerja serta memberikan pelayanan yang sebaik mungkin kepada masyarakat.

2.      Manajemen Sebagai Ilmu Pengetahan

Ilmu Pengetahuan         : Mengajarkan kita untuk memahami sesuatu.
Seni                             : Mengajarkan kita bagaimana melakukan suatu hal.
      Ilmu Pengetahuan Manajemen mencakup pengembangan secara sistematik dan pengujian teori berdasarkan atau berlandaskan pada observasi prilaku dan studi demikian menyebabkan timbulnya suatu kelompok peng etauhan umum         (A General Body of Knowladge).
      Menurut Luther Gullick mendefinisikan manajemen sebagai ilmu pengetahuan (science) yang berusaha secara sistematik untuk memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerja sama untuk mencapai tujuan dan membuat system kerja ini bermanfaat bagi kemanusiaan, manajemen memerlukan disiplin ilmu pengetahuan lain dalam penerapannya missal ilmu ekonomi, statistik, akuntansi dan sebagainya.
Manajemen Sebagai Suatu Seni Mempunyai Ciri - ciri :
Kesuksesan dalam mencapai tujuan sangat dipengaruhi dan didukung oleh sifat – sifat dan bakat para manajer dalam proses pencapaian tujuan seringkali melibatkan unsure naluri ( Instinct ), peresaan dan intelektual dalam pelaksanaan kegiatan faktor yang cukup menentukan keberhasilannya adalah kekuatan pribadi (Character) kreatif yang dimiliki.
→ Catatan: Manajemen dapat dikatakan sebagai ilmu yang cepat berkembang.

      3.   Manajemen Sebagai Proses Kegiatan

“Management is a distinct process consisting of planning, organizing, actuating, controlling, utilizing in each both science and art and follow in order to accomplish predetermined objectives”.
            “Manajemen adalah proses yang khas terdiri dari tindakan perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian dimana dalam masing -masing bidang tersebut digunakan ilmu pengetahuan dan keahlian yang diikuti secara berurutan dalam usaha mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan”.
           
Management will be defined as the application of planning, organizing, stafiing, directing, and controlling functions in the most efficient manner possible to accomplish objectives.
Manajemen didetinisikan sebagai penggunaan perencanaan, pengorganisasian, pengedaan, pengarahan, dan pengendalian dengan cara yang paling efisien untuk mencapai tujuan.

      4.   Manajemen Sebagai Profesi

            Manajemen sebagai Profesi merupakan suatu bidang pekerjaan yang dilakukan
            oleh orang-orang yang memiliki keahlian dan keterampilan sebagai kader,
            pemimpin atau'manajer' pada suatu organisasi / perusahaan tertentu. Profesi
            manajer merupakan sebuah profesi atau jabatan spesifik dan 'prestigious'
            sebagai 'decision maker' yang dapat menentukan berkembangnya suatu
            organisasi / perusahaan dimasa mendatang.
            Menurut Edgar H. Schein
                ada tiga macam kualitas esensial yang berpendapat manajemen sebagai
            profesi :
a.       Eksistensi sekelompok prinsip – prinsip umum yang mengarahkan
      pengambilan keputusan.
b.      Status dicapai melalui dan bukan favoritisme atau mengunggulkan politik.
c.       Peran maneger dibimbing oleh kode etik yang berlaku.
Older Posts Home
#Info : Percetakan Palembang
  • membuat kotak kado bentuk hati
    Alat dan bahan : • Kertas hard board • Kertas concorde • Kertas kado • Lem putih • Lem tembak • Selotip • Pita • Gunting • Cutter ...
  • Negara dan Konstitusi
    Penulis : Rio Rizky Secara umum negara dan konstitusi merupakan dua lembaga yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Bahkan, setelah aba...
  • Keterampilan - Membuat kotak cincin
    Alat dan bahan : • Kertas hardboard • Kertas concorde atau kertas HVS • Kertas warna coklat • Lem putih • Lem tembak • Selotip • Bu...
  • Membuat kotak kado segi empat
    Alat dan bahan : • Kertas hardboard • Kertas concorde • Kertas warna • Lem putih • Lem tembak • Selotip • Double tape • C...
  • Membuat Antaran Pengantin - Cara Membuat Cumi - cumi dari Pakaian Dalam
        Bahan: • Lingerie (Pakaian dalam wanita) • Jarum pentul • Pita • Mata boneka dan plastik • Kain felt untuk hidung Cara membentuk...
  • Membuat kotak kemasan buku
    Alat dan bahan : • Kertas hardboard • Kertas warna, 2 warna berbeda • Lem putih • Lem tembak • Selotip • Gunting • Cutter • Pita ...
  • membuat kotak wadah pensil
    Alat dan bahan : • Kertas hardboard • Kertas concorde hitam • Kertas warna • Lem putih • Lem tembak • Selotip besar • Gunting • Cutt...
  • Perusahaan Dagang
    Ditulis Oleh: Rio Rizky Pengertian Perusahaan Dagang Perusahaan Dagang adalah perusahaan yang bergerak dibidang membeli dan menjual bar...
  • Membuat kotak kebaya
    Alat dan bahan : • Kertas hardboard • Kertas concorde atau kertas HVS • Kertas warna emas • Lem putih • Lem tembak • Double tape • Se...
  • Membuat kotak kado bertali
    Alat dan bahan : • Kertas hardboard • Kertas HVS • Kertas warna pink • Lem putih • Lem tembak • Selotip besar • Tali ...
2010 Sejuta Tutorial. All rights reserved.
Designed by Huy Dinh Quang